Langsung ke konten utama

Kebudayaan masyarakat sumbawa



Soal
1.      Menuliskan 1 buah ritual kebudayaan dimasing-masing daerah (2 paragraf).
2.      Berikan gambaran tentang kontroversinya.
3.      Luruskan pandangan tersebut menjadi sesuatu yang bernilai baik.

Jawaban

1.      Turen Berang
            Tradisi turen berang atau turun sungai dalam bahasa Indonesianya sudah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Sumbawa dan semakin berkembang serta dilestarikan diketurunan Bangsawan saja. Namun, seiring perkembangan zaman tradisi ini mulai dapat  dilaksanakan oleh semua kalangan masyarakat tanpa memandang kelas. Tradisi ini dipercaya oleh masyarakat Sumbawa bila dilakukan akan mendapatkan keselamatan, dijauhkan dari segala macam bahaya, penyakit, memperoleh kesembuhan, diberikan kebahagiaan, dan mendapat keturunan. Menurut kepercayaan masyarakat Sumbawa, tradisi ini boleh dilakukan kapan saja dan meminta hari yang baik kepada sandro (dukun). Tradisi ini dilakukan setelah menikah dan sunatan.
            Simbol atau syarat yang harus dibawa pada saat akan melakukan tradisi ini adalah jajan, beras, dan bekas barodak  yang akan dibuang atau dihanyutkan. Keunikan tradisi ini adalah adanya perahu kecil yang dibawa pada saat akan melakukan tradisi ini dan jajanan, beras kuning, serta orang yang akan dimandikan di dalam sungai oleh sandro yang ditunjuk untuk memandikannya didalam sungai tempat tradisi ini dilakukan. Dalam tradisi ini juga dilakukan atau dipanjatkan do’a-do’a untuk memohon kepada Tuhan agar diberikan kelancaran baik pada saat pelaksanaan ataupun setelah pelaksanaannya. Tradisi ini tidak hanya dapat dilakukan di sungai saja, namun di pantai juga bisa tergantung kondisi mayarakat dan keuangan masyarakat yang akan melakukan tradisi  ini.

2.      Kontroversi
a.       Pembedaan golongan.
Tradisi ini awalnya dilakukan oleh Keturunan Kerajaan dan Bangsawan. Menurut sabit, panggilan akrab seorang tokoh pemuda penggerak adat Samawa di Desa Moyo, tradisi ini tidak dilakukan oleh semua orang, tapi hanya pada orang tertentu saja. Padahal jika ditinjau dari tujuannya, adat ini bersifat umum. Jadi, semua elemen masyarakat berhak melaksanakannya.
b.      Menghanyutkan jajan, beras dan bekas barodak menggunakan perahu kecil.
Apa yang menjadi alasan mengapa benda tersebut dihanyutkan, padahal menurut pandangan agama islam tidak dianjurkan membuang makanan karena merupakan perbuatan mubazir.

3.      Dari kontroversi tentang tradisi masyarakat di atas, kita bisa meluruskan dengan hal-hal yang bernilai baik. Terkait dengan perbedaan golongan, kita harus bisa menerapkan tradisi ini keseluruh elemen masyarakat. Karena seiring dengan perkembangan zaman, tradisi ini juga mulai jarang terlihat dan mulai tergantung dengan budaya modern. Sehingga kita harus melestarikannya dengan menanamkan budaya turen berang ini kepada generasi sekarang tanpa memandang golongan. Kemudian terkait dengan membuang atau menghanyutkan jajan, beras kuning, dan bekas barodak dengan menggunakan perahu kecil itu, seharusnya hal itu tidak dilakukan karena menurut keyakinan atau agama Islam kita dilarang untuk melakukan hal-hal yang mubazir. Dan sebaiknya jajan, beras kuning, dan bekas barodak tersebut diberikan atau disedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan agar dapat berguna dan lebih bermanfaat.

Komentar

  1. Lumayan bagus buat dibaca semangat untuk memperkenalkan budaya khas sumbawa yg makin lama makin terkikis dan bahkan menghilang karna perubahan zaman....klo kita liat san menganalisis dengan baik budaya orang indonesia di zaman kekinian ini yaitu budaya konsumtif pengen di suapi dengan produk2 asing dan minimnya kualitas sumberdaya manusia dikarnakan pendidikannya yg bobrok dimana output dri pendidikan di indonesia hanya berorientasi untuk berkerja klo gtu semua output pendidikan kita maka jangan harap indonesia bisa merdeka sepenuhnya karna kita ditindas dan dijajah di negeri kita sendiri contohnya aja skarang aset negri kita lebih dari 90% udah menjadi kepemilikan pemodal dan jelas output dri pendidikan kita skarang akan berkerja buat para pemodal bukan buat kemajuan negri ini.....
    Ayo kita sama2 berjuang dan blajar jangan malas2san......
    Salam pembebasan nasional

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas komentarnya, komentar dari Anda sangat membangun dan menyadarkan saya tidak hanya dalam hal kebudayaan tapi juga dalam pendidikan secara umum, dan semoga dengan komentar Anda ini dapat memotivasi saya untuk terus melestarikan kebudayaan yang mulai terkikis karena perkembangan zaman.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terimakasih atas komentarnya semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasannya.

      Hapus
  3. Wah. Luar biasa. menambah wawasan. Kembangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya terimakasih widan sih atas komentarnya, dan semoga postingannya dapat bermanfaat.

      Hapus
  4. Bnar2 budaya yg unik,,smoga ttap trjaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, makasih komentarnya dan semoga anda juga bisa ikut melestarikannya.

      Hapus
  5. Postingan yg menarik dan sangat membangun, jangan pernah malu untuk memperkenalkan budayamu dan terus kembangkan..
    Semangaatt!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Ilyn Tias terimakasih atas komentar dan sarannya semoga bermanfaat.

      Hapus
  6. sangat bugus dalam menjaga kebudayaan leluhur yg kian hari di era modernisasi nh spya gk terjadi degredasi budaya tersebut ..
    kembangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, pasti saya akan berusaha untuk mengembangkannya.

      Hapus
    2. Terimakasih, pasti saya akan berusaha untuk mengembangkannya.

      Hapus
  7. Emm bagus sih, tapi saya tertarik di point nomor 3, katanya harus diterapkan keseluruh elemen masyarakat. Bagi saya jika ini diterapkan di masyarakat malah akan timbul kontroversi baru akan ada yang pro dan kontra dengan alibi masing2. Apalagi di situ salah satu ritualnya adalah menghanyutkan makanan ataupun jajan di perahu kecil yang bagi saya terlihat sedikit geli. Mari kita analisis bersama, tapi secara keseluruhannya dari penulis bagus kok. Info yang sangat bermanfaat, lestarikan dan cintai budaya kita karena itu adalah Identitas kita masing2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas komentar dan masukannya. Mengenai menghanyutkan makanan itu, walaupun kedengarannya sedikit aneh dan cenderung mengundang kontroversi tapi itu merupakan tradisi yang saya yakini mengandung nilai-nilai yang positif dan telah turun temurun dan harus tetap dilestarikan oleh generasi sekarang dan mendatang.

      Hapus
    2. Tapi kan ketika kita nyentuhnya ke arah agama, akan terlihat jelas letak kontroversinyaman mbak..?? Untuk masyarakat yg cenderung memahami, otomatis akan meninggalkan hal itu karena yg mereka pahami dalam agama gak ada yg melandasi hal2 begitu.. Iyakan..??

      Hapus
    3. Kalau kita lihat dari segi agama memang hal itu suatu hal yang bisa dibilang sebagai hal yang mubazir dan akan menimbulkan kontroversi, tapi kalau kita melihat dari segi kebudayaannya hal itu sebagai tradisi yang tak bisa untuk ditinggalkan karena tradisi itu telah diyakini oleh masyarakat sumbawa dan saya sendiri juga meyakini bahwa tradisi itu mengandung nilai-nilai yang positif yang harus tetap dilestarikan.

      Hapus
    4. Kalau kita lihat dari segi agama memang hal itu suatu hal yang bisa dibilang sebagai hal yang mubazir dan akan menimbulkan kontroversi, tapi kalau kita melihat dari segi kebudayaannya hal itu sebagai tradisi yang tak bisa untuk ditinggalkan karena tradisi itu telah diyakini oleh masyarakat sumbawa dan saya sendiri juga meyakini bahwa tradisi itu mengandung nilai-nilai yang positif yang harus tetap dilestarikan.

      Hapus
    5. Tetap aja gak bakalan ketemu mbak, agama itu mutlak lho.. Gak bisa di tarik benang merah antara agama dan ritual ini.. Kalau aku sih gak sreg aja kalau ini diterapkan keseluruh elemen masyarakat.

      Hapus
    6. Itukan tradisi yang harus dilestarikan jadi memang harus diterapkan dimasyarakat karena dia mengandung nilai-nilai yang memang kalau kita melihat secara sekilas akan mendatangkan kontroversi tapi apabila kita kaji lebih dalam lagi maka kebudayaan ini mengandung nilai-nilai yang sangat positif.

      Hapus
    7. Itukan tradisi yang harus dilestarikan jadi memang harus diterapkan dimasyarakat karena dia mengandung nilai-nilai yang memang kalau kita melihat secara sekilas akan mendatangkan kontroversi tapi apabila kita kaji lebih dalam lagi maka kebudayaan ini mengandung nilai-nilai yang sangat positif.

      Hapus
    8. Hehehe, iya mbak.. Akiu paham kok, tadi itu aku masih terjebak sama anekdot yg sudah tertanam di masyarakat. Yang juelas, kedepannya adalah bagaimana cara sama2 kita mengemban tugas untuk tetap melestarikannya, dan yang belum mau mempraktekkannya cukup dengan menanamkan nilai budaya itu agar terus berlanjuut sampai anak cucu kita kelak... Makasih mbak atas waktu dan infonya

      Hapus
    9. Sama-sama mas semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasannya.

      Hapus
  8. Balasan
    1. Terimakasih, semoga dapat menambah wawasan dan bisa ikut serta dalam melestarikan budaya-budaya yang ada.

      Hapus
  9. semoga tradisi seperti ini tetap dilestarikan

    BalasHapus
  10. Kita harus tetap melestarikan dan menjaga tradisi2 kita.

    BalasHapus
  11. wah.... jadi nambah wawasan nih.. tentang sumbawa, terima kasih..

    BalasHapus
  12. Balasan
    1. Pasti akan tetap dilestarikan, karena ini merupakan budaya yang telah turun temurun dan mengandung nilai-nilai yang positif yang harus dijaga.

      Hapus
    2. Pasti akan tetap dilestarikan, karena ini merupakan budaya yang telah turun temurun dan mengandung nilai-nilai yang positif yang harus dijaga.

      Hapus

Posting Komentar