Langsung ke konten utama

BERUMBAQ



Nama  : Nurhamizan
NIM    : E1C016065
Kelas   : B 1

BERUMBAQ



Gambar dokumentasi ketika seorang ibu berumbaq (menggendong anaknya).



Berumbaq merupakan suatu tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakat sasak, yang dilakukan ketika seorang ibu melahirkan anaknya. Bukan hanya itu, tradisi berumbaq juga kerap dikaitkan dengan peranan seorang ibu terhadap anaknya dan kebudayaan yang masih ada di Lombok. Masyarakat Lombok masih banyak mempertahankan pola model berumbaq. Kebudayaan ini tentu memiliki sebab dan alasan yang kuat sehingga mereka terus mempertahankan tradisi berumbaq semacam ini dalam kehidupan sehari-hari. Berumbaq berfungsi untuk menahan bayi agar tidak jatuh dan meringankan beban seorang ibu ketika dia sedang menggendong anaknya.
Berumbaq dan budaya tidak bisa dipisahkan dari kondisi pemilik dan pengguna utamanya yaitu memiliki peran yang menggambarkan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Budaya berumbaq dibangun dari nilai-nilai sosial dan budaya yang dijunjung dalam struktur sosial dan budaya masyarakat itu sendiri dan mempunyai fungsi sebagai pedoman, pengontrol, dan rambu-rambu untuk memberikan perilaku kasih sayang dalam berbagai kehidupan saat seorag ibu dengan anaknya berhubungan satu sama lain.

Komentar

  1. Terimakasih atas postingannya jadi nambah wawasan tntang berumbaq☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Ovi komentarnya, semoga budaya berumbaq ini dapat dilestarikan dan tidak hilang ditelan zaman.

      Hapus
    2. Makasih mbak Ovi komentarnya, semoga budaya berumbaq ini dapat dilestarikan dan tidak hilang ditelan zaman.

      Hapus
  2. sangat bermanfaat bnget dalam menjaga trdisi sasak karena hampir punah tradisi seperti itu lbih khusus nya masyarakat sasak yang di lombok ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Yudi febriansa buat komentarnya, semoga bermanfaat dan dapat ikut melestarikan budaya berumbaq ini.

      Hapus
  3. Bermanfaat, ditunggu postingan brikutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, mari kita lestarikan budaya kita bersama-sama.

      Hapus
  4. Makasih infonya mbak, bermanfaat banget.. Walaupun hanya berupa postingan, tapi nilainya itu bermanfaat saya rasa.. Jarang lho ada yg mau memposting nilai2 budaya seperti ini.. Apalagi diera sekarang budaya sudah mulai tercampur baur, rasa cinta dan bangga akan budaya ini yang harusnya kita tanamkan.. Ditunggu postingan berikutnya yah mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mas Hendrawan Bimantara, semoga bermanfaat dan bisa ikut serta dalam menyebarluaskan budaya ini, sehingga budaya berumbaq bisa tetap eksis dan tetap bisa dilestarikan.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. Postingan yg sangat bermanfaat dan mengingatkan kembali tentang tradisi sasak..
    Terimakasih untuk infonya!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga bisa ikut serta dalam melestarikannya.

      Hapus
    2. Sama-sama, semoga bisa ikut serta dalam melestarikannya.

      Hapus
    3. Lestarikan mata kaukan calon orang sasak 😂

      Hapus
    4. Ya tetap dilestarikan, semoga bermanfaat dan Anda dapat ikut serta dalam menjaga dan melestarikannya.

      Hapus
  6. semoga tradisi seperti ini tetap dilestarikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terimakasih atas saran dan do'anya.

      Hapus
    2. Amin, terimakasih atas saran dan do'anya.

      Hapus
  7. Berumbaq memang harus dilakukan oleh seorang ibu dalam menggendong anaknya. Karena disitulah dekapan dan terasa kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Kehangatan pelukan yang diberikan oleh seorang ibu yang selalu kita rindukan. Berbahagialah kalian yang memiliki ibu yang masih tetap menjaga budaya berumbaq karena kebanyakan sekarang ibu-ibu modern menggunakan baby sitter yang membantu mengurusi dan menggendong anaknya, yang terkadang membuat si anak lebih sayang kepada baby sitter nya. Tetap lestarikan budaya berumbaq 😊🤗

    BalasHapus
  8. Berumbaq memang harus dilakukan oleh seorang ibu dalam menggendong anaknya. Karena disitulah dekapan dan terasa kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Kehangatan pelukan yang diberikan oleh seorang ibu yang selalu kita rindukan. Berbahagialah kalian yang memiliki ibu yang masih tetap menjaga budaya berumbaq karena kebanyakan sekarang ibu-ibu modern menggunakan baby sitter yang membantu mengurusi dan menggendong anaknya, yang terkadang membuat si anak lebih sayang kepada baby sitter nya. Tetap lestarikan budaya berumbaq 😊🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas komentarnya, dan memang budaya berumbaq ini harus tetap dilestarikan karena dengan adanya budaya berumbaq ini maka kasih sayang antara seorang ibu dengan anaknya akan lebih terjalin.
      Semoga budaya ini akan tetap ada dan tidak hilang ditelan zaman.

      Hapus
  9. bermanfaat!
    tapi saya penasaran adakah batasan umur untuk tradisi berumbaq ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya tidak ada batas umur sih mbak, tapi ketika seorang ibu telah merasa tidak kuat lagi untuk menggendong karena anaknya sudah mulai tumbuh menjadi anak-anak maka seorang ibu bisa untuk tidak lagi menggendong anaknya.

      Hapus
  10. Sangat membantu untuk melestarikan budaya2 yang sudah mulai menghilang.
    Semangat kawan 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, semoga bermanfaat dan dapat memicu semangat Anda juga dalam melestarikan budaya-budaya yang ada khususnya budaya-budaya yang ada di NTB.

      Hapus

Posting Komentar